Data terverifikasi. Dasar hukum: Perpres 64/2020 (Kesehatan) & PP 44/2015, PP 45/2015 jo. PP 22/2022 (TK) · diverifikasi 2026-10-18
Total Potongan BPJS dari Gaji Karyawan / Bulan
Rp400.000
Dari upah Rp10.000.000, karyawan dipotong Rp400.000/bulan, sedangkan perusahaan menanggung Rp1.024.000/bulan di luar upah.
| + Upah bulanan | Rp10.000.000 | 100,0% |
| − BPJS Kesehatan (1%) | Rp100.000 | 1,0% |
| − JHT (2%) | Rp200.000 | 2,0% |
| − JP (1%) | Rp100.000 | 1,0% |
| Upah setelah potongan BPJS (sebelum PPh 21) | Rp9.600.000 | 96,0% |
| Beban perusahaan: Kesehatan 4% | Rp400.000 | |
| Beban perusahaan: JHT 3,7% + JP 2% + JKK + JKM | Rp624.000 |
+ Upah bulanan
Rp10.000.000
− BPJS Kesehatan (1%)
Rp100.000
− JHT (2%)
Rp200.000
− JP (1%)
Rp100.000
Upah setelah potongan BPJS (sebelum PPh 21)
Rp9.600.000
Beban perusahaan: Kesehatan 4%
Rp400.000
Beban perusahaan: JHT 3,7% + JP 2% + JKK + JKM
Rp624.000
Kesehatan: karyawan 1% + perusahaan 4% dari upah, dasar maks Rp12.000.000 JHT: 2% + 3,7% dari upah (tanpa plafon) JP: 1% + 2% dari upah, dasar maks batas upah JP tahun berjalan JKK: perusahaan 0,24%–1,74% sesuai kelas risiko · JKM: perusahaan 0,30%
Dasar perhitungan iuran JKN untuk PPU dibatasi plafon upah Rp12 juta/bulan, jadi gaji di atas itu iuran kesehatannya tetap dihitung dari Rp12 juta.
Kesehatan 1% (Rp100 rb) + JHT 2% (Rp200 rb) + JP 1% (Rp100 rb) = Rp400 ribu/bulan.
Tidak. JKK dan JKM 100% ditanggung perusahaan.
Didukung oleh duid.tech — Kalkulator BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan