Masukkan Data Kamu

Jumlah Investasi per Periode
Terbilang: satu juta rupiah
Frekuensi PembelianHanya label jadwal — tidak mengubah perhitungan.
Skenario Harga per PeriodeInput simulasi — bukan prediksi. Pilih pola untuk melihat efeknya ke hasil.

Contoh Cepat

Nilai Akhir Portofolio

Rp11.988.000

Dengan Rp1.000.000 bulanan selama 12 periode (total modal Rp12.000.000) pada skenario harga "datar 0% per periode", kamu mengumpulkan 0,01198800 BTC dengan harga rata-rata Rp1.001.001.001/BTC. Nilai akhir Rp11.988.000 → P&L Rp-12.000 (-0,10%). DCA meratakan harga belimu, bukan menjamin untung — ini simulasi matematika, bukan nasihat investasi.

💡 Fakta Mengejutkan dari Angkamu

💡 DCA meratakan harga: rata-rata belimu Rp1.001.001.001 per BTC, di atas harga terakhir Rp1.000.000.000. P&L −0,1%.

Hasil Hitungan

+ Total modal disetor (12× Rp1.000.000)

Rp12.000.000

− Total biaya transaksi (0.1%)

Rp12.000

Efektif terbeli menjadi BTC

Rp11.988.000

Nilai akhir portofolio

Rp11.988.000

P&L (-0,10%)

Rp-12.000

Total modal disetor (12× Rp1.000.000)Total biaya transaksi (0.1%)
Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya

Dana Efektif = Jumlah per Periode − (Jumlah per Periode × Fee %) Beli_t = Dana Efektif ÷ Harga_t Harga_{t+1} = Harga_t × (1 + Skenario %) Total BTC = Σ Beli_t (t = 1..n) Harga Rata-Rata = Total Modal ÷ Total BTC Nilai Akhir = Total BTC × Harga Akhir (setelah n perubahan) P&L = Nilai Akhir − Total Modal

  1. Dana efektif per pembelian = Rp1.000.000 − biaya 0.1% (Rp1.000) = Rp999.000
  2. Periode 1 (bulanan): beli Rp999.000 ÷ Rp1.000.000.000 = 0,00099900 BTC
  3. Harga periode 2 = Rp1.000.000.000 × (1 + 0%) = Rp1.000.000.000
  4. Ulangi untuk 12 periode (bulanan): total BTC terkumpul = 0,01198800 BTC
  5. Harga rata-rata per BTC = Rp12.000.000 ÷ 0,01198800 BTC = Rp1.001.001.001/BTC
  6. Nilai akhir = 0,01198800 BTC × Rp1.000.000.000 = Rp11.988.000
  7. P&L = Rp11.988.000 − Rp12.000.000 = Rp-12.000 (-0,10%)
  8. Skenario harga "datar 0% per periode" adalah input simulasi — bukan prediksi dan bukan nasihat investasi.
Asumsi & Batasan
  • Skenario harga (naik/turun/datar/fluktuasi/kustom) adalah INPUT simulasi dari pengguna — bukan data pasar, bukan ramalan, dan bukan nasihat investasi.
  • Pembelian diasumsikan tereksekusi penuh pada harga periode berjalan, tanpa slippage atau spread bid-ask.
  • Fee dipotong dari dana tunai tiap pembelian (dana efektif = jumlah − fee), bukan dari BTC yang diterima.
  • Nilai akhir dinilai pada harga setelah perubahan periode terakhir (harga_{n+1}), bukan harga pembelian terakhir.
  • Belum termasuk pajak kripto Indonesia (PPh final atas transaksi aset kripto) dan biaya onramp/offramp — lihat kalkulator pajak kripto & biaya onramp terkait.

Pertanyaan Umum

Apakah DCA Bitcoin menjamin untung?

Tidak. DCA meratakan harga belimu — kamu otomatis membeli lebih banyak saat harga turun dan lebih sedikit saat naik — tetapi kalau harga akhir di bawah harga rata-ratamu, kamu tetap rugi. Kalkulator ini mensimulasikan matematikanya, bukan menjanjikan hasil.

Apakah skenario harga di kalkulator ini prediksi?

Bukan. Skenario (naik/turun/datar/fluktuasi/kustom) adalah input yang kamu tentukan sendiri untuk menjawab 'bagaimana kalau harganya begini?'. Tidak ada yang bisa memprediksi harga Bitcoin.

Seberapa besar pengaruh fee ke hasil DCA?

Besar dalam jangka panjang karena dipotong setiap pembelian. Contoh simulasi 12×Rp1 juta harga datar: fee 0% menghasilkan 0,012 BTC, fee 0,5% hanya 0,01194 BTC — selisih 0,00006 BTC yang hilang ke fee.

Kapan DCA lebih baik daripada beli sekaligus (lump sum)?

DCA unggul saat harga berfluktuasi atau turun selama periode pembelian — kamu dapat harga rata-rata di bawah harga awal. Kalau harga naik terus tanpa koreksi, lump sum di awal justru menghasilkan BTC lebih banyak (dengan risiko timing yang lebih besar).

Apakah kalkulator ini nasihat investasi?

Bukan. Ini alat simulasi matematika. Keputusan membeli Bitcoin tetap milikmu — pertimbangkan toleransi risikomu dan jangan investasikan uang yang tidak siap hilang.

Apakah hasil sudah termasuk pajak kripto?

Belum. Simulasi ini hanya menghitung BTC, harga rata-rata, dan P&L kotor. Transaksi aset kripto di Indonesia kena PPh final — hitung di kalkulator pajak kripto Indonesia.

Didukung oleh duid.tech — Kalkulator Simulasi DCA Bitcoin