Data terverifikasi. Dasar hukum: PP 58/2023 & PMK 168/2023; Perpres 64/2020; PP 45/2015 · diverifikasi 2026-10-18
Take Home Pay per Bulan (Jan–Nov)
Rp9.400.000
Dari bruto Rp10.000.000, kamu menerima Rp9.400.000/bulan. Estimasi setahun Rp112.380.000 setelah rekonsiliasi Desember.
💡 Fakta Mengejutkan dari Angkamu
💡 Potongan PPh 21 bulan ini Rp200.000 — itu 2,1% dari gaji brutomu. Saat THR cair, potongan bisa melonjak karena lapisan tarif TER naik; cek simulasi THR di kalkulator THR & Pajaknya.
| + Gaji kotor (bruto) | Rp10.000.000 | 100,0% |
| − PPh 21 (TER) | Rp200.000 | 2,0% |
| − BPJS Kesehatan 1% | Rp100.000 | 1,0% |
| − BPJS JHT 2% | Rp200.000 | 2,0% |
| − BPJS JP 1% | Rp100.000 | 1,0% |
| Take Home Pay | Rp9.400.000 | 94,0% |
+ Gaji kotor (bruto)
Rp10.000.000
− PPh 21 (TER)
Rp200.000
− BPJS Kesehatan 1%
Rp100.000
− BPJS JHT 2%
Rp200.000
− BPJS JP 1%
Rp100.000
Take Home Pay
Rp9.400.000
THP Bulanan (Jan–Nov) = Bruto − PPh 21 TER − BPJS Kesehatan 1% − JHT 2% − JP 1% THP Tahunan = Bruto Setahun − PPh 21 Pasal 17 Setahun − Σ BPJS Karyawan Setahun Pengurang Pasal 17: biaya jabatan 5% (maks Rp6 jt) + iuran JHT & JP karyawan + PTKP.
Status TK/0: PPh 21 TER Rp200 rb + BPJS Rp400 rb → THP Rp9.400.000/bulan di Jan–Nov; Desember menyesuaikan rekonsiliasi Pasal 17.
Desember memakai hitungan Pasal 17 setahun dikurangi potongan Jan–Nov, jadi bisa lebih kecil atau lebih besar dari bulan biasa.
Tidak langsung — iuran perusahaan (Kesehatan 4%, JHT 3,7%, dll) adalah beban di luar gaji dan tidak masuk slip sebagai penerimaan.
Didukung oleh duid.tech — Kalkulator Gaji Bersih (Take Home Pay)