🎉 100% GRATIS SELAMANYA

duid.tech

Persen 60/30/20 (Total 110%): Lihat Normalisasinya

Total persen 110% dinormalisasi proporsional menjadi 54,55% / 27,27% / 18,18% — baca penjelasannya di Bedah Rumus.

Hasil. Sisa Anggaran Bulanan pada skenario ini adalah Rp-1.000.000. Artinya, kebutuhan: anggaran Rp5.454.545 vs aktual Rp5.500.000 — kelebihan Rp45.455 (aktual = 55% dari pendapatan). Keinginan: anggaran Rp2.727.273 vs aktual Rp3.000.000 — kelebihan Rp272.727 (aktual = 30% dari pendapatan). Tabungan & Investasi: anggaran Rp1.818.182 vs aktual Rp2.500.000 — kelebihan Rp681.818 (aktual = 25% dari pendapatan). Kamu DEFISIT Rp1.000.000 bulan ini — pengeluaran melebihi pendapatan. Ember paling bocor: Tabungan & Investasi (kelebihan Rp681.818 dari anggarannya). Catatan: persen yang kamu isi totalnya 110%, jadi sudah dinormalisasi proporsional menjadi 54,55% / 27,27% / 18,18% sebelum dihitung.

Cara hitung. Aturan 50/30/20 adalah cara sederhana membagi gaji: 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, 20% untuk tabungan dan investasi. Kalkulator ini menerjemahkannya ke angka rupiah versimu — kamu isi pendapatan bersih dan pengeluaran aktual tiap ember, lalu ia menunjukkan ember mana yang bocor dan berapa sisa anggaranmu bulan ini. Cara kerjanya: isi pendapatan bersih per bulan dan porsi persen tiap ember — persennya boleh kamu ubah, tidak harus kaku 50/30/20, dan bila totalnya bukan 100% kalkulator menormalisasinya secara proporsional lalu menjelaskannya. Kemudian isi pengeluaran aktualmu: kebutuhan itu yang kalau dihentikan hidupmu terganggu — makan, kontrakan, transport kerja, tagihan; keinginan itu yang bikin hidup lebih enak tapi bisa ditunda — jajan, langganan, hobi, traveling. Kalkulator menghitung anggaran tiap ember, selisihnya dengan aktual, rasio tiap ember terhadap pendapatan, dan menandai ember yang paling bocor. Kesalahan paling umum: memasukkan cicilan konsumtif seperti paylater dan kartu kredit ke kebutuhan — padahal ia keinginan yang sudah terlanjur dibayar, dan menyembunyikannya di kebutuhan membuat ember keinginan terlihat aman padahal bocor. Kesalahan kedua: memaksa persen kaku saat pendapatan tidak tetap — freelancer lebih cocok memakai rata-rata tiga bulan atau menyesuaikan porsi tiap bulan. Dan ingat: 50/30/20 adalah kerangka praktis, bukan aturan resmi — angka yang jujur dari kebiasaanmu sendiri selalu lebih berguna daripada persen yang sempurna di atas kertas. Rincian: Aktual Kebutuhan Rp5.500.000; Aktual Keinginan Rp3.000.000; Aktual Tabungan & Investasi Rp2.500.000.

Aturan. Perhitungan di atas mengacu pada Aturan 50/30/20 dipopulerkan oleh Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi dalam buku All Your Worth (2005) — sebuah kerangka praktis pembagian anggaran rumah tangga, BUKAN aturan resmi, regulasi, atau standar dari otoritas mana pun. Kalkulator ini murni menghitung pembagian angka sesuai persen yang kamu masukkan. (terverifikasi 2026-10-19). Coba ubah angkanya di kalkulator Kalkulator Anggaran 50/30/20.

Masukkan Data Kamu

Pendapatan Bersih per Bulan (Rp)
Terbilang: sepuluh juta rupiahPenghasilan yang benar-benar masuk ke kantongmu per bulan — setelah pajak dan potongan. Bila tidak tetap, pakai rata-rata tiga bulan terakhir.
Porsi Kebutuhan (%) (%)Persen pendapatan untuk pengeluaran wajib hidup: makan, tempat tinggal, transportasi kerja, tagihan.
Porsi Keinginan (%) (%)Persen pendapatan untuk pengeluaran yang bikin hidup lebih enak tapi bisa ditunda: jajan, hiburan, langganan, hobi.
Porsi Tabungan & Investasi (%) (%)Persen pendapatan yang langsung diamankan untuk dana darurat, investasi, atau pelunasan utang konsumtif.

Contoh Cepat

Sisa Anggaran Bulanan

Rp-1.000.000

Kebutuhan: anggaran Rp5.454.545 vs aktual Rp5.500.000 — kelebihan Rp45.455 (aktual = 55% dari pendapatan). Keinginan: anggaran Rp2.727.273 vs aktual Rp3.000.000 — kelebihan Rp272.727 (aktual = 30% dari pendapatan). Tabungan & Investasi: anggaran Rp1.818.182 vs aktual Rp2.500.000 — kelebihan Rp681.818 (aktual = 25% dari pendapatan). Kamu DEFISIT Rp1.000.000 bulan ini — pengeluaran melebihi pendapatan. Ember paling bocor: Tabungan & Investasi (kelebihan Rp681.818 dari anggarannya). Catatan: persen yang kamu isi totalnya 110%, jadi sudah dinormalisasi proporsional menjadi 54,55% / 27,27% / 18,18% sebelum dihitung.

💡 Fakta Mengejutkan dari Angkamu

💡 Kamu defisit Rp1.000.000 bulan ini — pengeluaran melebihi pendapatan. Ember paling bocor: Tabungan & Investasi; mulai pemotongan dari sana.

Hasil Hitungan

Pendapatan bersih bulanan

Rp10.000.000

Anggaran Kebutuhan (54,55% × pendapatan)

Rp5.454.545

− Aktual Kebutuhan

Rp5.500.000

Anggaran Keinginan (27,27% × pendapatan)

Rp2.727.273

− Aktual Keinginan

Rp3.000.000

Anggaran Tabungan & Investasi (18,18% × pendapatan)

Rp1.818.182

− Aktual Tabungan & Investasi

Rp2.500.000

Sisa anggaran bulanan (hero)

Rp-1.000.000

Aktual KebutuhanAktual KeinginanAktual Tabungan & Investasi
Threads X WhatsApp

100% Gratis.

Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya

total persen = pKebutuhan + pKeinginan + pTabungan bila total ≠ 100 dan total > 0: persen dipakai = persen input ÷ total × 100 (normalisasi proporsional); bila total = 0: dipakai porsi baku 50/30/20 anggaran tiap ember = pendapatan bersih × persen dipakai ÷ 100 selisih tiap ember = anggaran ember − aktual ember (negatif = bocor/kelebihan) rasio aktual ember = aktual ember ÷ pendapatan × 100 sisa anggaran = pendapatan bersih − (aktual kebutuhan + aktual keinginan + aktual tabungan)

  1. Total persen yang kamu isi = 60% + 30% + 20% = 110% (bukan 100%), jadi dinormalisasi proporsional: Kebutuhan = 60 ÷ 110 × 100 = 54,55%; Keinginan = 30 ÷ 110 × 100 = 27,27%; Tabungan = 20 ÷ 110 × 100 = 18,18%.
  2. Anggaran tiap ember = pendapatan × persen: Kebutuhan = Rp10.000.000 × 54,55% = Rp5.454.545; Keinginan = Rp10.000.000 × 27,27% = Rp2.727.273; Tabungan & Investasi = Rp10.000.000 × 18,18% = Rp1.818.182.
  3. Selisih tiap ember = anggaran − aktual: Kebutuhan = Rp5.454.545 − Rp5.500.000 = −Rp45.455; Keinginan = Rp2.727.273 − Rp3.000.000 = −Rp272.727; Tabungan & Investasi = Rp1.818.182 − Rp2.500.000 = −Rp681.818.
  4. Sisa anggaran = pendapatan − total aktual = Rp10.000.000 − Rp11.000.000 = −Rp1.000.000.
Asumsi & Batasan
  • Pendapatan yang dipakai adalah pendapatan bersih per bulan — setelah pajak, iuran, dan potongan lain. Bila pendapatanmu tidak tetap, gunakan rata-rata tiga bulan terakhir atau hitung ulang tiap bulan.
  • Bila total persen yang diisi bukan 100% (dan lebih dari 0), porsi dinormalisasi proporsional agar tetap menjumlah 100% — kalkulator menjelaskannya di Bedah Rumus. Bila semua persen yang diisi 0%, dipakai porsi baku 50/30/20.
  • Pengelompokan pengeluaran aktual ke kebutuhan vs keinginan sepenuhnya keputusanmu — kalkulator tidak bisa memverifikasi klasifikasinya, jadi kejujuranmu menentukan kualitas hasilnya.
  • Cicilan utang konsumtif (paylater, kartu kredit) disarankan dicatat di ember keinginan, bukan kebutuhan, agar kebocorannya terlihat.
  • 50/30/20 adalah kerangka praktis yang dipopulerkan penulis buku, bukan aturan resmi — porsi ideal tiap orang berbeda tergantung biaya hidup, tanggungan, dan target keuangannya.
  • Semua angka uang dibulatkan ke rupiah penuh; selisih pembulatan maksimal Rp1 per ember.

Pertanyaan Umum

Apakah persennya harus persis 50/30/20?

Tidak. Itu titik mulai yang populer, bukan hukum. Orang dengan biaya hidup tinggi mungkin butuh 60/20/20, yang tinggal dengan orang tua bisa 30/30/40. Kalkulator ini sengaja membuat persennya bisa diubah — dan bila totalnya bukan 100%, ia menormalisasinya secara proporsional lalu menjelaskannya di Bedah Rumus.

Cicilan paylater masuk kebutuhan atau keinginan?

Keinginan. Paylater dan kartu kredit adalah keinginan yang sudah terlanjur dibayar — memasukkannya ke kebutuhan hanya menyembunyikan kebocoran dan membuat ember keinginan terlihat aman. Satu-satunya cicilan yang layak disebut kebutuhan adalah yang produktif, misalnya cicilan alat kerja.

Pendapatanku tidak tetap tiap bulan (freelancer). Bagaimana?

Pakai rata-rata tiga bulan terakhir sebagai pendapatan, atau hitung ulang tiap bulan dengan angka bulan berjalan. Yang penting konsisten: jangan pakai angka bulan terbaik sebagai patokan, karena anggaran yang disusun dari angka optimistis hampir pasti bocor.

Tabunganku selalu nol — dari mana mulai?

Dari prinsip pay yourself first: begitu gaji masuk, pindahkan porsi tabungan duluan ke rekening terpisah sebelum dipakai apa pun. Bila 20% terasa mustahil, mulai dari 5–10% dan naikkan bertahap. Menabung dari sisa hampir tidak pernah berhasil karena sisa biasanya memang tidak ada.

Kenapa sisa anggaranku minus?

Artinya kamu defisit: total pengeluaran aktual melebihi pendapatan bulan itu. Solusinya dua arah — naikkan pendapatan atau potong pengeluaran — dan ember paling bocor di hasil kalkulator menunjukkan dari mana pemotongan paling masuk akal dimulai.

Apakah aturan 50/30/20 itu resmi?

Bukan. Ia kerangka praktis yang dipopulerkan Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi dalam buku All Your Worth (2005). Tidak ada regulator yang menetapkannya, dan tidak ada sanksi bila porsimu berbeda — yang ada hanya konsekuensi ke dompetmu sendiri.

Sisa Anggaran Bulanan

Rp-1.000.000

Lihat Rincian ↓