🎉 100% GRATIS SELAMANYA

duid.tech

DCA Bitcoin Saat Harga Turun 2% Tiap Bulan

Skenario bearish: harga turun terus — harga rata-ratamu jauh di bawah harga awal.

Hasil. Nilai Akhir Portofolio pada skenario ini adalah Rp10.538.332. Artinya, dengan Rp1.000.000 bulanan selama 12 periode (total modal Rp12.000.000) pada skenario harga "turun −2% per periode", kamu mengumpulkan 0,01342947 BTC dengan harga rata-rata Rp893.557.063/BTC. Nilai akhir Rp10.538.332 → P&L Rp-1.461.668 (-12,18%). DCA meratakan harga belimu, bukan menjamin untung — ini simulasi matematika, bukan nasihat investasi.

Cara hitung. Dollar-cost averaging (DCA) itu strategi sederhana: kamu beli Bitcoin dengan jumlah yang sama secara rutin — harian, mingguan, atau bulanan — apa pun harga yang sedang terjadi. Kalkulator ini mensimulasikan strategi itu: kamu tentukan jumlah per pembelian, jadwal, berapa periode, harga awal, dan skenario pergerakan harga per periode, lalu lihat berapa BTC yang terkumpul, berapa harga rata-rata per BTC-mu, dan berapa nilai akhir portofoliomu setelah dikurangi biaya transaksi. Cara kerjanya per periode: dana efektif (jumlah pembelian dikurangi fee) dibagi harga BTC saat itu untuk dapat jumlah BTC yang terbeli, lalu harga bergerak mengikuti skenario yang kamu pilih untuk periode berikutnya. Yang penting dipahami: skenario harga di sini BUKAN ramalan — ia hanya alat untuk menjawab 'bagaimana kalau harganya naik/turun/datar?'. Kesalahan paling umum: mengira DCA menjamin untung. DCA meratakan harga belimu — saat harga turun kamu otomatis dapat BTC lebih banyak, saat naik kamu dapat lebih sedikit — tapi kalau harga akhir di bawah harga rata-ratamu, kamu tetap rugi. Kesalahan kedua: mengabaikan fee yang menggerus setiap pembelian; fee 0,5% yang terlihat kecil memangkas BTC-mu lebih banyak dari yang kamu kira dalam simulasi panjang. Rincian: Total modal disetor (12× Rp1.000.000) Rp12.000.000; Total biaya transaksi (0.1%) Rp12.000; Nilai akhir portofolio Rp10.538.332.

Aturan. Perhitungan di atas mengacu pada Matematika simulasi murni — skenario harga adalah input pengguna, bukan prediksi harga dan bukan nasihat investasi. Definisi Bitcoin merujuk whitepaper Satoshi Nakamoto. (terverifikasi 2026-10-19). Coba ubah angkanya di kalkulator Kalkulator Simulasi DCA Bitcoin.

Masukkan Data Kamu

Jumlah Investasi per Periode
Terbilang: satu juta rupiah
Frekuensi PembelianHanya label jadwal — tidak mengubah perhitungan.
Skenario Harga per PeriodeInput simulasi — bukan prediksi. Pilih pola untuk melihat efeknya ke hasil.

Contoh Cepat

Nilai Akhir Portofolio

Rp10.538.332

Dengan Rp1.000.000 bulanan selama 12 periode (total modal Rp12.000.000) pada skenario harga "turun −2% per periode", kamu mengumpulkan 0,01342947 BTC dengan harga rata-rata Rp893.557.063/BTC. Nilai akhir Rp10.538.332 → P&L Rp-1.461.668 (-12,18%). DCA meratakan harga belimu, bukan menjamin untung — ini simulasi matematika, bukan nasihat investasi.

💡 Fakta Mengejutkan dari Angkamu

💡 DCA meratakan harga: rata-rata belimu Rp893.557.063 per BTC, di atas harga terakhir Rp784.716.724. P&L −12,2%.

Hasil Hitungan

+ Total modal disetor (12× Rp1.000.000)

Rp12.000.000

− Total biaya transaksi (0.1%)

Rp12.000

Efektif terbeli menjadi BTC

Rp11.988.000

Nilai akhir portofolio

Rp10.538.332

P&L (-12,18%)

Rp-1.461.668

Total modal disetor (12× Rp1.000.000)Total biaya transaksi (0.1%)
Threads X WhatsApp

100% Gratis.

Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya

Dana Efektif = Jumlah per Periode − (Jumlah per Periode × Fee %) Beli_t = Dana Efektif ÷ Harga_t Harga_{t+1} = Harga_t × (1 + Skenario %) Total BTC = Σ Beli_t (t = 1..n) Harga Rata-Rata = Total Modal ÷ Total BTC Nilai Akhir = Total BTC × Harga Akhir (setelah n perubahan) P&L = Nilai Akhir − Total Modal

  1. Dana efektif per pembelian = Rp1.000.000 − biaya 0.1% (Rp1.000) = Rp999.000
  2. Periode 1 (bulanan): beli Rp999.000 ÷ Rp1.000.000.000 = 0,00099900 BTC
  3. Harga periode 2 = Rp1.000.000.000 × (1 + -2%) = Rp980.000.000
  4. Ulangi untuk 12 periode (bulanan): total BTC terkumpul = 0,01342947 BTC
  5. Harga rata-rata per BTC = Rp12.000.000 ÷ 0,01342947 BTC = Rp893.557.063/BTC
  6. Nilai akhir = 0,01342947 BTC × Rp784.716.724 = Rp10.538.332
  7. P&L = Rp10.538.332 − Rp12.000.000 = Rp-1.461.668 (-12,18%)
  8. Skenario harga "turun −2% per periode" adalah input simulasi — bukan prediksi dan bukan nasihat investasi.
Asumsi & Batasan
  • Skenario harga (naik/turun/datar/fluktuasi/kustom) adalah INPUT simulasi dari pengguna — bukan data pasar, bukan ramalan, dan bukan nasihat investasi.
  • Pembelian diasumsikan tereksekusi penuh pada harga periode berjalan, tanpa slippage atau spread bid-ask.
  • Fee dipotong dari dana tunai tiap pembelian (dana efektif = jumlah − fee), bukan dari BTC yang diterima.
  • Nilai akhir dinilai pada harga setelah perubahan periode terakhir (harga_{n+1}), bukan harga pembelian terakhir.
  • Belum termasuk pajak kripto Indonesia (PPh final atas transaksi aset kripto) dan biaya onramp/offramp — lihat kalkulator pajak kripto & biaya onramp terkait.

Pertanyaan Umum

Apakah DCA Bitcoin menjamin untung?

Tidak. DCA meratakan harga belimu — kamu otomatis membeli lebih banyak saat harga turun dan lebih sedikit saat naik — tetapi kalau harga akhir di bawah harga rata-ratamu, kamu tetap rugi. Kalkulator ini mensimulasikan matematikanya, bukan menjanjikan hasil.

Apakah skenario harga di kalkulator ini prediksi?

Bukan. Skenario (naik/turun/datar/fluktuasi/kustom) adalah input yang kamu tentukan sendiri untuk menjawab 'bagaimana kalau harganya begini?'. Tidak ada yang bisa memprediksi harga Bitcoin.

Seberapa besar pengaruh fee ke hasil DCA?

Besar dalam jangka panjang karena dipotong setiap pembelian. Contoh simulasi 12×Rp1 juta harga datar: fee 0% menghasilkan 0,012 BTC, fee 0,5% hanya 0,01194 BTC — selisih 0,00006 BTC yang hilang ke fee.

Kapan DCA lebih baik daripada beli sekaligus (lump sum)?

DCA unggul saat harga berfluktuasi atau turun selama periode pembelian — kamu dapat harga rata-rata di bawah harga awal. Kalau harga naik terus tanpa koreksi, lump sum di awal justru menghasilkan BTC lebih banyak (dengan risiko timing yang lebih besar).

Apakah kalkulator ini nasihat investasi?

Bukan. Ini alat simulasi matematika. Keputusan membeli Bitcoin tetap milikmu — pertimbangkan toleransi risikomu dan jangan investasikan uang yang tidak siap hilang.

Apakah hasil sudah termasuk pajak kripto?

Belum. Simulasi ini hanya menghitung BTC, harga rata-rata, dan P&L kotor. Transaksi aset kripto di Indonesia kena PPh final — hitung di kalkulator pajak kripto Indonesia.

Nilai Akhir Portofolio

Rp10.538.332

Lihat Rincian ↓