🎉 100% GRATIS SELAMANYA

duid.tech

Sensitivitas: Naikkan Harga Grosir Rp60 rb → Rp65 rb

Uji seberapa besar dampak kenaikan Rp5 rb harga grosir ke total laba.

Hasil. Jalur Grosir Lebih Cuan pada skenario ini adalah Rp16.500.000per bulan. Artinya, jalur grosir menghasilkan laba Rp16.500.000 lebih besar per bulan dibanding jalur ecer. Grosir: laba Rp15.000/unit (23,08%) × 2000 unit − biaya Rp3.000.000 = Rp27.000.000. Ecer: laba Rp40.000/unit (44,44%) × 300 unit − biaya Rp1.500.000 = Rp10.500.000.

Cara hitung. Kalkulator ini membantumu menjawab pertanyaan klasik penjual: mending jual grosir ke reseller/toko dengan margin tipis tapi volume besar, atau jual ecer langsung dengan margin tebal tapi volume kecil? Kamu masukkan harga beli per unit (modal), harga jual dan volume per bulan masing-masing jalur, plus biaya tambahan tiap jalur — lalu kalkulator menghitung margin % per unit, laba per unit, dan total laba per bulan untuk kedua jalur sekaligus, lalu menunjukkan selisihnya. Cara kerjanya: margin % dihitung dari (harga jual − harga beli) ÷ harga jual untuk tiap jalur; laba per unit dikalikan volume bulanan lalu dikurangi biaya tambahan jalur itu (retur, gudang, antar untuk grosir; packing, admin marketplace, ongkir ditanggung untuk ecer). Pemenangnya bukan yang margin %-nya paling besar, melainkan yang total laba bulanannya paling besar. Kesalahan paling umum: mengira "grosir selalu lebih cuan karena volumenya besar" — belum tentu benar. Grosir margin tipis sangat sensitif terhadap retur dan biaya antar; sekali ada retur besar, laba tipisnya bisa habis. Kesalahan kedua di jalur ecer: lupa memasukkan biaya admin marketplace dan ongkir yang ditanggung, sehingga margin tebal di kertas menyusut di kenyataan. Dan jangan bandingkan margin %-nya saja — yang membayar operasionalmu adalah rupiah laba per bulan, bukan persen. Rincian: Laba kotor grosir (Rp15.000 × 2000 unit) Rp30.000.000; Biaya tambahan grosir Rp3.000.000; Total laba grosir per bulan Rp27.000.000.

Aturan. Perhitungan di atas mengacu pada Model finansial sederhana (bukan regulasi): margin % per unit dan laba bulanan dari harga, volume, dan biaya tambahan per jalur. Tidak memakai tarif atau ketentuan resmi apa pun — angka biaya adalah input estimasimu sendiri. (terverifikasi 2026-10-19). Coba ubah angkanya di kalkulator Kalkulator Margin Grosir vs Ecer.

Masukkan Data Kamu

Harga Beli / Modal per Unit (HPP)
Terbilang: lima puluh ribu rupiah
Harga Jual Grosir per Unit (ke reseller/toko)
Terbilang: enam puluh lima ribu rupiah
Volume Grosir per Bulan (unit)Jumlah unit yang kamu jual lewat jalur grosir dalam sebulan.
Harga Jual Ecer per Unit (ke pembeli akhir)
Terbilang: sembilan puluh ribu rupiah
Volume Ecer per Bulan (unit)Jumlah unit yang kamu jual lewat jalur ecer dalam sebulan.

Contoh Cepat

Jalur Grosir Lebih Cuan

Rp16.500.000

Jalur grosir menghasilkan laba Rp16.500.000 lebih besar per bulan dibanding jalur ecer. Grosir: laba Rp15.000/unit (23,08%) × 2000 unit − biaya Rp3.000.000 = Rp27.000.000. Ecer: laba Rp40.000/unit (44,44%) × 300 unit − biaya Rp1.500.000 = Rp10.500.000.

💡 Fakta Mengejutkan dari Angkamu

💡 Jalur grosir lebih cuan Rp16.500.000 per bulan dibanding ecer — margin per unit yang lebih tinggi belum tentu menang bila volume kalah jauh.

Hasil Hitungan

+ Laba kotor grosir (Rp15.000 × 2000 unit)

Rp30.000.000

− Biaya tambahan grosir

Rp3.000.000

Total laba grosir per bulan

Rp27.000.000

+ Laba kotor ecer (Rp40.000 × 300 unit)

Rp12.000.000

− Biaya tambahan ecer

Rp1.500.000

Total laba ecer per bulan

Rp10.500.000

Selisih (grosir − ecer)

Rp16.500.000

Laba kotor grosir (Rp15.000 × 2000 unit)Biaya tambahan grosirLaba kotor ecer (Rp40.000 × 300 unit)Biaya tambahan ecer
Threads X WhatsApp

100% Gratis.

Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya

Margin % = (Harga Jual − Harga Beli) ÷ Harga Jual Laba per Unit = Harga Jual − Harga Beli Total Laba per Bulan = (Laba per Unit × Volume per Bulan) − Biaya Tambahan per Bulan Selisih = Total Laba Grosir − Total Laba Ecer (positif = grosir menang, negatif = ecer menang)

  1. Margin grosir = (Rp65.000 − Rp50.000) ÷ Rp65.000 = 23,08%; laba per unit = Rp15.000
  2. Total laba grosir/bulan = Rp15.000 × 2000 unit − Rp3.000.000 = Rp27.000.000
  3. Margin ecer = (Rp90.000 − Rp50.000) ÷ Rp90.000 = 44,44%; laba per unit = Rp40.000
  4. Total laba ecer/bulan = Rp40.000 × 300 unit − Rp1.500.000 = Rp10.500.000
  5. Selisih = Rp27.000.000 − Rp10.500.000 = Rp16.500.000 → jalur grosir menang
Asumsi & Batasan
  • Model finansial sederhana, bukan regulasi: tidak ada tarif resmi yang diverifikasi — semua angka biaya adalah estimasi inputmu.
  • Harga beli (modal/HPP) per unit dianggap sama untuk kedua jalur; biaya tambahan tiap jalur diisi manual sebagai total per bulan.
  • Volume per bulan dianggap konstan dan semua unit terjual (belum memodelkan stok tak laku, piutang macet reseller, atau fluktuasi musiman).
  • Belum termasuk pajak (mis. PPh final UMKM bila omzetmu kena) — masukkan ke biaya tambahan bila ingin memperhitungkannya.
  • Selisih dalam toleransi Rp1.000 dianggap imbang agar selisih receh tidak menyesatkan.

Pertanyaan Umum

Apakah jualan grosir selalu lebih cuan daripada ecer?

Tidak. Grosir memang volumenya besar, tapi margin per unitnya tipis sehingga sensitif terhadap retur dan biaya antar. Yang menentukan adalah total laba per bulan, bukan volume atau margin % saja — itulah yang dibandingkan kalkulator ini.

Biaya apa saja yang sering lupa dimasukkan di jalur grosir?

Retur barang dari reseller, sewa gudang, biaya antar ke toko, dan piutang macet (reseller yang telat atau gagal bayar). Keempatnya bisa menggerus laba tipis grosir dengan cepat.

Biaya apa saja yang sering lupa dimasukkan di jalur ecer?

Biaya packing (kardus, bubble wrap, lakban), biaya admin marketplace, ongkir yang kamu tanggung (gratis ongkir), dan komisi afiliasi/Shopee Affiliate. Masukkan totalnya per bulan.

Kenapa margin grosir hampir selalu lebih kecil dari margin ecer?

Karena reseller/tokomu butuh ruang margin sendiri untuk dijual lagi. Kalau harga grosirmu terlalu dekat dengan harga ecer pasar, reseller tidak punya insentif mengambil barangmu.

Apakah perbandingan ini sudah termasuk pajak?

Belum. Model ini murni laba kotor setelah biaya operasional per jalur. Kalau omzetmu kena PPh final UMKM, masukkan estimasi pajaknya ke kolom biaya tambahan agar perbandingannya adil.

Jalur Grosir Lebih Cuan

Rp16.500.000

Lihat Rincian ↓