Tabungan Bunga Harian 3% 2 Tahun
Rp5 juta di tabungan berbunga 3% yang dikapitalisasi harian: nilai akhir Rp5.309.170, bunga Rp309.170. Suku bunga efektifnya 3,05%.
Hasil. Nilai Akhir pada skenario ini adalah Rp5.309.170. Artinya, dari modal Rp5.000.000 dengan bunga 3% per tahun (kapitalisasi harian (365×)) selama 2 tahun, nilai akhirmu Rp5.309.170 — terdiri dari total setoran Rp5.000.000 dan bunga berbunga Rp309.170. Suku bunga efektif tahunannya 3,05%, lebih tinggi dari angka nominal karena efek penggulungan. Ini SIMULASI dengan suku bunga konstan, belum dikurangi pajak, dan bukan janji imbal hasil. Bukan nasihat investasi.
Cara hitung. Ini kalkulator untuk efek "bunga berbunga": uang yang kamu simpan tidak hanya menghasilkan bunga dari modal awal, tapi bunga yang sudah masuk ikut menghasilkan bunga lagi di periode berikutnya. Hasilnya tumbuh eksponensial — pelan di awal, lalu melesat di tahun-tahun akhir. Cara kerjanya: kamu isi modal awal, suku bunga per tahun, lama waktu, dan seberapa sering bunga digulung (kapitalisasi). Rumusnya nilai akhir = pokok × (1 + r/n)^(n×t), dengan n = frekuensi kapitalisasi per tahun. Kalau kamu rutin menambah setoran, bagian itu dihitung sebagai anuitas: PMT × (((1 + r/n)^(n×t) − 1) / (r/n)). Kalkulator juga menunjukkan suku bunga efektif tahunan — angka yang benar-benar menempel di uangmu. Kesalahan paling umum ada dua. Pertama, menyamakan angka nominal dengan hasil nyata: bunga 6% per tahun yang dikapitalisasi bulanan itu efektifnya 6,17% per tahun, bukan 6%. Kedua, meremehkan frekuensi kapitalisasi: Rp10 juta × 6% × 5 tahun menghasilkan Rp13.382.256 bila digulung tahunan, tapi Rp13.488.502 bila digulung bulanan — selisih Rp106 ribu dari input yang sama persis. Jebakan ketiga khusus utang: rumus yang sama berlaku terbalik untuk pinjaman — bunga majemuk yang menguntungkanmu sebagai penabung, menghukummu sebagai peminjam. Rincian: Modal pokok awal Rp5.000.000; Total bunga (bunga berbunga) Rp309.170; Nilai akhir Rp5.309.170.
Aturan. Perhitungan di atas mengacu pada Matematika keuangan — rumus nilai waktu uang (compounding diskrit): FV = P × (1 + r/n)^(n×t) + PMT × (((1 + r/n)^(n×t) − 1) / (r/n)). Bukan regulasi, bukan data historis, dan bukan nasihat investasi. (terverifikasi 2026-10-19). Coba ubah angkanya di kalkulator Kalkulator Bunga Majemuk.
Data terverifikasi. Dasar hukum: Matematika keuangan — rumus nilai waktu uang (compounding diskrit): FV = P × (1 + r/n)^(n×t) + PMT × (((1 + r/n)^(n×t) − 1) / (r/n)). Bukan regulasi, bukan data historis, dan bukan nasihat investasi. · diverifikasi 2026-10-19
Nilai Akhir
Rp5.309.170
Dari modal Rp5.000.000 dengan bunga 3% per tahun (kapitalisasi harian (365×)) selama 2 tahun, nilai akhirmu Rp5.309.170 — terdiri dari total setoran Rp5.000.000 dan bunga berbunga Rp309.170. Suku bunga efektif tahunannya 3,05%, lebih tinggi dari angka nominal karena efek penggulungan. Ini SIMULASI dengan suku bunga konstan, belum dikurangi pajak, dan bukan janji imbal hasil. Bukan nasihat investasi.
💡 Fakta Mengejutkan dari Angkamu
💡 Dari Rp5.309.170, Rp309.170 (5,8%) adalah bunga — bukan setoranmu. Ini kekuatan compounding yang bekerja.
Hasil Hitungan
| + Modal pokok awal | Rp5.000.000 | 100,0% |
| + Total bunga (bunga berbunga) | Rp309.170 | 6,2% |
| Nilai akhir | Rp5.309.170 | 106,2% |
| Suku bunga efektif tahunan 3,05% (nominal 3% harian (365×)) | Rp3 |
+ Modal pokok awal
Rp5.000.000
+ Total bunga (bunga berbunga)
Rp309.170
Nilai akhir
Rp5.309.170
Suku bunga efektif tahunan 3,05% (nominal 3% harian (365×))
Rp3
100% Gratis.
Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya
FV = P × (1 + r/n)^(n×t) + PMT × (((1 + r/n)^(n×t) − 1) / (r/n)) P = modal awal, r = suku bunga nominal per tahun (desimal), n = frekuensi kapitalisasi per tahun (tahunan 1 / semesteran 2 / triwulanan 4 / bulanan 12 / harian 365), t = lama tahun, PMT = setoran tiap periode (anuitas biasa: masuk di akhir periode) Total setoran = P + PMT × (n×t) Total bunga = FV − total setoran Suku bunga efektif tahunan = (1 + r/n)^n − 1
- Faktor tumbuh = (1 + 3% ÷ 365)^730 = 1.061834
- Nilai pokok = Rp5.000.000 × 1.061834 = Rp5.309.170
- Tanpa setoran berkala → total setoran = Rp5.000.000
- Nilai akhir = Rp5.309.170 = Rp5.309.170
- Total bunga = Rp5.309.170 − Rp5.000.000 = Rp309.170
- Suku bunga efektif tahunan = (1 + 3% ÷ 365)^365 − 1 = 3,05%
Asumsi & Batasan
- Suku bunga diasumsikan konstan selama seluruh periode; suku bunga riil (deposito, tabungan, reksa dana) bisa berubah sewaktu-waktu.
- Belum dikurangi pajak: bunga simpanan di Indonesia umumnya kena PPh final 20% bila total brutonya melebihi Rp7,5 juta.
- Setoran berkala dianggap masuk di AKHIR setiap periode kapitalisasi (anuitas biasa) dan besarnya tetap tiap periode; setoran di awal periode akan menghasilkan nilai sedikit lebih tinggi.
- Tidak ada biaya admin, biaya penarikan, atau penalti — yang dihitung murni matematikanya saja.
- Inflasi tidak diperhitungkan: nilai akhir adalah angka nominal, bukan daya belinya.
- Hasil adalah SIMULASI, bukan janji imbal hasil dan bukan nasihat investasi.
Jadwal Bulanan (2 baris)
| tahun | nilai | setoran | bunga |
|---|
Pertanyaan Umum
Apa bedanya bunga majemuk dengan bunga tunggal (flat)?
Bunga tunggal dihitung dari modal awal saja setiap periode; bunga majemuk dihitung dari modal + bunga yang sudah menumpuk, sehingga bunganya ikut berbunga. Contoh: Rp10 juta × 6% × 5 tahun menghasilkan Rp13 juta dengan bunga tunggal, tapi Rp13.382.256 dengan bunga majemuk tahunan — dan selisihnya membesar seiring waktu.
Kenapa frekuensi kapitalisasi mengubah hasil?
Karena bunga yang masuk lebih cepat ikut digulung. Bunga 6% per tahun yang dikapitalisasi bulanan efektifnya 6,17% per tahun; yang dikapitalisasi harian 6,18%. Perbedaannya kecil per tahun, tapi signifikan untuk modal besar dan jangka panjang.
Apakah kalkulator ini cocok untuk deposito bank?
Ya, model matematikanya sama. Tapi ingat dua hal: angka ini belum dipotong PPh final 20% atas bunga simpanan (bila total brutonya melebihi Rp7,5 juta), dan suku bunga deposito bisa berubah saat perpanjangan (rollover).
Kapan setoran berkala dianggap masuk?
Di akhir setiap periode kapitalisasi (anuitas biasa). Kalau produkmu menghitung setoran di awal periode, hasil nyatanya sedikit lebih tinggi dari angka kalkulator ini — selisihnya sekitar satu periode bunga dari total setoran.
Apakah rumus ini juga berlaku untuk utang/KPR?
Ya, dan arahnya merugikanmu: bunga majemuk memperbesar saldo utang dengan cara yang sama. Itu sebabnya melunasi pokok lebih cepat sangat berpengaruh pada total bunga pinjaman. Lihat kalkulator KPR dan pelunasan dipercepat untuk sisi utangnya.
Apakah hasil ini dijamin?
Tidak. Ini SIMULASI matematika dengan asumsi suku bunga konstan — imbal hasil produk nyata berfluktuasi dan ada risikonya masing-masing. Gunakan untuk membandingkan skenario, bukan sebagai janji hasil. Bukan nasihat investasi.
Nilai Akhir
Rp5.309.170