Portofolio Sudah Seimbang: Tidak Perlu Rebalance
Nilai aktual persis sama dengan target 50/30/15/5 — dana yang perlu dipindahkan Rp0.
Hasil. Dana yang Perlu Dipindahkan pada skenario ini adalah Rp0. Artinya, untuk mengembalikan portofolio Rp100.000.000 ke target alokasimu (Saham 50,00% · Obligasi 30,00% · Pasar Uang 15,00% · Emas 5,00%): beli Saham Rp0; Obligasi Rp0; Pasar Uang Rp0; Emas Rp0 dan jual —. Dana yang perlu dipindahkan (setiap perpindahan dihitung sekali): Rp0. Estimasi biaya transaksi: Rp0 (fee 0,10% × total sisi jual+beli Rp0). Tidak perlu rebalance: semua drift masih dalam toleransi 1,00%.
Cara hitung. Kamu menetapkan target alokasi 50% saham, 30% obligasi, 15% pasar uang, 5% emas. Setahun berlalu, saham naik tajam dan sekarang porsinya 65% — tanpa kamu sadari, risiko portofoliomu ikut berubah. Di sinilah rebalancing bekerja: menjual sebagian kelas aset yang kelebihan bobot dan membeli yang kekurangan, supaya komposisinya kembali sesuai rencanamu. Cara kerjanya: isi target alokasimu (totalnya harus 100%), nilai aktual tiap kelas aset saat ini, fee transaksi, dan toleransi drift. Kalkulator menghitung nilai target tiap kelas, selisihnya dengan nilai aktual (positif = beli, negatif = jual), drift tiap kelas, lalu menyimpulkan apakah ada drift yang melewati toleransimu. Dana yang perlu dipindahkan dihitung sebagai Σ|trade| ÷ 2 — setiap perpindahan dana dihitung sekali, bukan dua kali. Kesalahan paling umum: rebalance hanya saat drift melewati toleransi — jangan rebalance setiap minggu karena biaya transaksi (fee dikenakan saat jual dan beli) bisa menggerus return. Kesalahan kedua: lupa bahwa total target harus 100% — kalau tidak, kalkulator memberi peringatan dan memakai targetmu apa adanya. Dan ingat: kalkulator ini bukan nasihat investasi — target alokasi yang tepat tetap tergantung profil risikomu sendiri.
Aturan. Perhitungan di atas mengacu pada Praktik manajemen portofolio (Modern Portfolio Theory, Harry Markowitz 1952) — bukan aturan resmi. Rebalancing adalah teknik menjaga alokasi aset tetap sesuai rencana, bukan kewajiban regulasi; OJK sendiri menekankan diversifikasi sebagai cara mengendalikan risiko. (terverifikasi 2026-10-19). Coba ubah angkanya di kalkulator Kalkulator Rebalancing Portofolio.
Data terverifikasi. Dasar hukum: Praktik manajemen portofolio (Modern Portfolio Theory, Harry Markowitz 1952) — bukan aturan resmi. Rebalancing adalah teknik menjaga alokasi aset tetap sesuai rencana, bukan kewajiban regulasi; OJK sendiri menekankan diversifikasi sebagai cara mengendalikan risiko. · diverifikasi 2026-10-19
Dana yang Perlu Dipindahkan
Rp0
Untuk mengembalikan portofolio Rp100.000.000 ke target alokasimu (Saham 50,00% · Obligasi 30,00% · Pasar Uang 15,00% · Emas 5,00%): beli Saham Rp0; Obligasi Rp0; Pasar Uang Rp0; Emas Rp0 dan jual —. Dana yang perlu dipindahkan (setiap perpindahan dihitung sekali): Rp0. Estimasi biaya transaksi: Rp0 (fee 0,10% × total sisi jual+beli Rp0). Tidak perlu rebalance: semua drift masih dalam toleransi 1,00%.
Hasil Hitungan
| Nilai target Saham (50,00%) | Rp50.000.000 | |
| Nilai target Obligasi (30,00%) | Rp30.000.000 | |
| Nilai target Pasar Uang (15,00%) | Rp15.000.000 | |
| Nilai target Emas (5,00%) | Rp5.000.000 | |
| − Total jual (dari kelas yang kelebihan bobot) | Rp0 | 0,0% |
| + Total beli (ke kelas yang kekurangan bobot) | Rp0 | 0,0% |
| − Estimasi biaya (fee 0,10% × Rp0) | Rp0 | 0,0% |
| Net dipindahkan (hero) | Rp0 | 0,0% |
Nilai target Saham (50,00%)
Rp50.000.000
Nilai target Obligasi (30,00%)
Rp30.000.000
Nilai target Pasar Uang (15,00%)
Rp15.000.000
Nilai target Emas (5,00%)
Rp5.000.000
− Total jual (dari kelas yang kelebihan bobot)
Rp0
+ Total beli (ke kelas yang kekurangan bobot)
Rp0
− Estimasi biaya (fee 0,10% × Rp0)
Rp0
Net dipindahkan (hero)
Rp0
100% Gratis.
Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya
nilaiTargetᵢ = Total × (targetᵢ ÷ 100) tradeᵢ = nilaiTargetᵢ − nilaiAktualᵢ (positif = BELI, negatif = JUAL) driftᵢ = |nilaiAktualᵢ ÷ Total − targetᵢ ÷ 100| Dana yang perlu dipindahkan (hero) = Σ|tradeᵢ| ÷ 2 Estimasi biaya = feeTransaksi × Σ|tradeᵢ| Rebalancing disarankan bila ada driftᵢ > toleransi
- Total portofolio = Σ nilai aktual = Rp100.000.000.
- Saham: target 50,00% × Rp100.000.000 = Rp50.000.000; aktual Rp50.000.000 (50,00%); drift = |50,00% − 50,00%| = 0,00%; aksi: BELI Rp0.
- Obligasi: target 30,00% × Rp100.000.000 = Rp30.000.000; aktual Rp30.000.000 (30,00%); drift = |30,00% − 30,00%| = 0,00%; aksi: BELI Rp0.
- Pasar Uang: target 15,00% × Rp100.000.000 = Rp15.000.000; aktual Rp15.000.000 (15,00%); drift = |15,00% − 15,00%| = 0,00%; aksi: BELI Rp0.
- Emas: target 5,00% × Rp100.000.000 = Rp5.000.000; aktual Rp5.000.000 (5,00%); drift = |5,00% − 5,00%| = 0,00%; aksi: BELI Rp0.
Asumsi & Batasan
- Bukan nasihat investasi: target alokasi adalah inputmu sendiri — kalkulator hanya menghitung selisihnya terhadap aktual, bukan menilai apakah targetmu tepat.
- Tidak ada tarif yang di-hardcode — fee transaksi dan toleransi sepenuhnya editable dari field.
- Estimasi biaya = fee × total sisi jual+beli (Σ|trade|): fee dikenakan dua arah, saat menjual kelas yang kelebihan bobot maupun saat membeli yang kekurangan.
- Rebalancing diasumsikan bisa dieksekusi penuh pada harga/nilai saat ini (slippage dan spread diabaikan).
- Pajak atas keuntungan penjualan (mis. PPh final) tidak dihitung — untuk estimasi pajak, gunakan kalkulator pajak terkait.
- Target ideal berjumlah 100%; bila tidak, kalkulator memberi peringatan di langkah perhitungan dan memakai target apa adanya tanpa normalisasi.
- Drift diukur per kelas aset dari selisih bobot aktual vs target, bukan dari perubahan nilai nominal.
Pertanyaan Umum
Apa itu drift portofolio?
Drift adalah penyimpangan bobot aktual suatu kelas aset dari targetnya, diukur dalam poin persen. Contoh: target saham 50%, aktual 53% → drift 3 poin. Drift muncul karena tiap kelas aset tumbuh dengan kecepatan berbeda. Selama drift masih di dalam toleransimu, tidak perlu rebalance.
Kenapa dana yang dipindahkan = Σ|trade| ÷ 2, bukan Σ|trade|?
Karena setiap rupiah yang dipindahkan tercatat dua kali: sekali sebagai sisi jual (keluar dari kelas yang kelebihan) dan sekali sebagai sisi beli (masuk ke kelas yang kekurangan). Membagi dua menghindari double-counting — dana yang benar-benar berpindah tangan adalah setengah dari total sisi jual+beli.
Kapan saya perlu rebalance?
Aturan praktisnya: rebalance hanya saat ada drift yang melewati toleransimu (default 1%), atau pada jadwal tetap (mis. tiap 6–12 bulan). Jangan rebalance terlalu sering — fee transaksi dikenakan di sisi jual dan beli, jadi rebalance berlebihan bisa menggerus return.
Apakah estimasi biaya sudah termasuk pajak?
Belum. Estimasi biaya hanya memakai fee transaksi yang kamu isi (fee × total sisi jual+beli). Pajak atas keuntungan penjualan — misalnya PPh final atas penjualan saham — tidak dihitung di sini.
Target alokasi saya sebaiknya berapa?
Kalkulator tidak memberi nasihat investasi — target adalah inputmu sendiri. Aturan kasarnya: makin muda dan makin panjang horizon investasimu, makin besar porsi aset berisiko (saham) yang umumnya dipakai; makin dekat tujuan, makin besar porsi aset aman (obligasi/pasar uang). Sesuaikan dengan profil risikomu.
Bagaimana kalau target saya tidak berjumlah 100%?
Kalkulator memberi peringatan di langkah perhitungan dan memakai targetmu apa adanya tanpa dinormalisasi. Idealnya perbaiki dulu agar totalnya tepat 100%, supaya seluruh dana teralokasikan dan angkanya bermakna.
Dana yang Perlu Dipindahkan
Rp0