🎉 100% GRATIS SELAMANYA

duid.tech

⚡ JAWABAN CEPAT

Token Rp100.000 menghasilkan 148,45 kWh di golongan subsidi 900 VA tetapi hanya 62,17 kWh di 1.300 VA non-subsidi. Pada pemakaian 150 kWh per bulan, tagihannya Rp98.010 versus Rp234.041 — selisih Rp136.031 per bulan atau Rp1.632.372 per tahun untuk listrik yang sama persis.

kWh token Rp100 rb (900 VA)
148,45 kWh
kWh token Rp100 rb (1.300 VA)
62,17 kWh
Selisih per tahun
Rp1.632.372

Hitung kasusmu →

Tarif Listrik PLN per kWh: Subsidi 900 VA vs Non-Subsidi 1.300 VA, Bedanya Sebulan Berapa

Terbit 19 Oktober 2026 · Angka pada halaman ini dihitung ulang otomatis dari mesin kalkulator tarif PLN duid.tech — bukan angka ketikan mati.

Ilustrasi token listrik PLN dengan dua meteran daya berbeda, 900 VA subsidi dan 1.300 VA non-subsidi

Ada percakapan yang nyaris selalu muncul di grup keluarga: "Kok token listrikku cuma segitu, padahal beli Rp100.000?" atau "Tetangga daya listriknya sama-sama 900 VA, kok tagihannya jauh lebih murah dari punyaku?" Jawabannya bukan salah meteran dan bukan PLN yang bermain-main — jawabannya adalah golongan tarif. Di Indonesia, "900 VA" ternyata bukan satu tarif: ada 900 VA subsidi seharga Rp605,00/kWh dan 900 VA RTM (rumah tangga mampu) seharga Rp1.352,00/kWh. Naik satu tingkat ke 1.300 VA, tarifnya Rp1.444,70/kWh. Bedanya dalam sebulan? Untuk pemakaian 150 kWh, rumah 900 VA subsidi membayar Rp98.010 sementara rumah 1.300 VA membayar Rp234.041 — selisih Rp136.031 per bulan, atau Rp1.632.372 setahun.

Panduan ini membedah tiga golongan yang paling sering membingungkan — 900 VA subsidi, 900 VA RTM, dan 1.300 VA — dengan seluruh angka dihitung langsung dari mesin kalkulator tarif PLN duid.tech. Kamu akan melihat berapa kWh yang benar-benar didapat dari satu token Rp100.000, berapa tagihan pascabayar untuk pemakaian yang sama, ke mana "hilangnya" sebagian nilai tokenmu (bocoran: ke pajak daerah, bukan ke PLN), dan siapa saja yang sebenarnya berhak atas tarif subsidi.

Jebakan Paling Umum: "900 VA" Tidak Selalu Berarti Subsidi

Kebanyakan orang mengira daya menentukan tarif: 900 VA pasti murah, 1.300 VA pasti mahal. Salah. PLN memakai golongan tarif yang memisahkan daya dan status subsidi. Dua rumah dengan daya persis sama — 900 VA — bisa membayar tarif per kWh yang berbeda lebih dari dua kali lipat:

Golongan tarif Tarif per kWh Keterangan
900 VA (subsidi) Rp605,00 Hanya untuk rumah tangga penerima subsidi
900 VA (RTM — Rumah Tangga Mampu) Rp1.352,00 900 VA non-subsidi; daya sama, tarif beda
1.300 VA Rp1.444,70 Non-subsidi

Perhatikan: tarif 900 VA RTM (Rp1.352,00) nyaris sama dengan tarif 1.300 VA (Rp1.444,70) — selisihnya cuma Rp92,70/kWh. Artinya, yang membedakan tagihanmu secara drastis bukan daya 900 vs 1.300, melainkan status subsidi vs non-subsidi. Rumah 900 VA RTM dan rumah 1.300 VA membayar nyaris sama per kWh-nya; rumah 900 VA subsidi membayar kurang dari separuhnya. Cara termudah memastikan golonganmu: lihat struk pembelian token atau rekening listrik pascabayar — kode golongan tarif (mis. "R-1/900 VA" subsidi vs "R-1M/900 VA" non-subsidi) tertulis di sana.

Siapa yang Berhak Dapat Tarif Subsidi?

Subsidi listrik tidak diberikan berdasarkan daya semata, melainkan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Rumah tangga yang terdaftar dalam DTKS dan memakai daya 450 VA atau 900 VA mendapat tarif subsidi (Rp415,00/kWh untuk 450 VA, Rp605,00/kWh untuk 900 VA subsidi). Kalau ID pelangganmu tidak terdaftar di DTKS, daya 900 VA-mu otomatis masuk golongan RTM — tarif non-subsidi Rp1.352,00/kWh.

Inilah akar kesalahpahaman "tetangga sama-sama 900 VA kok lebih murah": tetanggamu terdaftar sebagai penerima subsidi, kamu tidak. Kalau kamu merasa seharusnya berhak — misalnya kondisi ekonomi berubah — pengajuan atau pembaruan data dilakukan lewat dinas sosial kabupaten/kota atau kanal resmi PLN, bukan lewat calo. Dan sebaliknya: pelanggan 450 VA dan 900 VA subsidi yang datanya sudah tidak valid bisa dicabut subsidinya dan dipindahkan ke golongan non-subsidi.

Skenario 1: Token Rp100.000 Jadi Berapa kWh?

Kasus paling sering dirasakan: beli token Rp100.000 di gerai, masukkan ke meteran, dapat berapa kWh? Dengan asumsi biaya admin Rp3.000 dan PPJ 8%, inilah hasil hitungan mesin kalkulator untuk ketiga golongan:

Golongan tarif Tarif per kWh kWh yang didapat
900 VA (subsidi) Rp605,00 148,45 kWh
900 VA (RTM) Rp1.352,00 66,43 kWh
1.300 VA Rp1.444,70 62,17 kWh

Angkanya bicara sendiri: token yang sama persis menghasilkan 148,45 kWh di rumah subsidi, tetapi hanya 62,17 kWh di rumah 1.300 VA — selisih 86,28 kWh, atau rumah subsidi dapat lebih dari dua kali lipat energi. Dan rumah 900 VA RTM? Hanya 66,43 kWh — nyaris sama sedikitnya dengan 1.300 VA. Sekali lagi: pembedanya adalah subsidi, bukan daya.

Perhatikan juga bahwa tak satu pun golongan mendapat kWh sesuai pembagian kasar Rp100.000 ÷ tarif. Untuk 1.300 VA misalnya, hitungan kasar memberi 69,22 kWh, tetapi yang masuk meteran cuma 62,17 kWh. Ke mana sisanya pergi? Itu yang dibedah di bagian PPJ di bawah.

Skenario 2: Pascabayar 150 kWh per Bulan Bayar Berapa?

Untuk pelanggan pascabayar, rumusnya lebih transparan: tagihan = pemakaian × tarif per kWh, ditambah PPJ 8%. Dengan pemakaian 150 kWh per bulan (angka wajar untuk rumah tangga kecil-menengah dengan AC sesekali), hasilnya:

Golongan tarif Dasar (150 kWh) PPJ 8% Tagihan/bulan
900 VA (subsidi) Rp90.750 Rp7.260 Rp98.010
900 VA (RTM) Rp202.800 Rp16.224 Rp219.024
1.300 VA Rp216.705 Rp17.336 Rp234.041

Skenario 3: Selisihnya per Bulan dan per Tahun

Sekarang pertanyaan intinya: bedanya sebulan berapa? Dari tabel di atas, dengan pemakaian 150 kWh per bulan:

  • 1.300 VA vs 900 VA subsidi: Rp234.041 − Rp98.010 = Rp136.031/bulan, atau Rp1.632.372/tahun. Ini selisih terbesar — harga sebuah ponsel kelas menengah setiap tahun, hanya dari status subsidi.
  • 900 VA RTM vs 900 VA subsidi: Rp219.024 − Rp98.010 = Rp121.014/bulan, atau Rp1.452.168/tahun. Daya sama persis, tetapi yang non-subsidi membayar lebih dari dua kali lipat.
  • 1.300 VA vs 900 VA RTM: Rp234.041 − Rp219.024 = Rp15.017/bulan — kecil, karena keduanya non-subsidi dengan tarif nyaris sama.

Implikasi praktisnya: kalau kamu pelanggan 900 VA RTM yang kepikiran naik daya ke 1.300 VA demi "lebih lega", kenaikan tagihannya tidak sedramatis yang dibayangkan — tarif per kWh-nya memang sudah hampir sama. Sebaliknya, kalau kamu 900 VA subsidi dan tergoda naik daya, sadari bahwa kamu keluar dari zona subsidi: tagihanmu bisa melonjak Rp136.031 per bulan untuk pemakaian yang sama. Hitung dulu dengan kalkulator di bawah sebelum memutuskan.

Ke Mana "Hilangnya" Nilai Tokenmu: PPJ dan Biaya Admin

Keluhan klasik pembeli token: "Beli Rp100.000, kok kWh-nya nggak sesuai?" Bukan PLN yang mencuri kWh. Dari Rp100.000 yang kamu bayar, dua potongan diambil di muka sebelum dikonversi menjadi listrik:

  • Biaya admin gerai (Rp3.000 pada asumsi kami): ini milik kanal penjualan — minimarket, e-commerce, m-banking — bukan PLN. Besarannya berbeda-beda per kanal; sebagian bank digital mematok lebih murah, gerai fisik biasanya lebih mahal. Memilih kanal termurah adalah cara paling gampang menghemat setiap pembelian token.
  • PPJ — Pajak Penerangan Jalan (8% pada asumsi kami): ini pajak daerah yang dipungut lewat tagihan/token listrik, mengikuti peraturan daerah masing-masing (umumnya 3–10%). Uangnya masuk kas pemda untuk lampu jalan, bukan ke PLN. Dari token Rp100.000, setelah dipotong admin, nilai yang jadi listrik adalah Rp89.815 — selisihnya adalah PPJ.

Rumus lengkapnya: kWh = (nominal − admin) ÷ (1 + PPJ) ÷ tarif per kWh. Karena PPJ adalah persentase, potongannya membesar mengikuti nominal: makin besar token yang dibeli sekaligus, makin besar rupiah PPJ-nya — tetapi persentasenya tetap. Tidak ada cara menghindari PPJ selain pindah ke daerah dengan Perda lebih rendah, jadi anggap saja ia bagian tetap dari harga listrikmu.

Coba Hitung Sendiri dengan Angkamu

Masukkan nominal token atau pemakaian kWh-mu, pilih golongan tarifmu, dan atur PPJ sesuai daerahmu untuk melihat hitungan versimu sendiri:

Sudah tahu tagihan listrikmu? Masukkan ke kalkulator anggaran 50/30/20 untuk melihat porsi biaya rumah tanggamu masih sehat atau tidak, atau pakai kalkulator split bill kalau tagihan listrik kost atau kontrakanmu patungan dengan teman serumah.

Kesimpulan

  • Yang menentukan murah-mahalnya listrikmu adalah golongan tarif (subsidi vs non-subsidi), bukan semata daya 900 vs 1.300 VA. 900 VA RTM dan 1.300 VA membayar tarif nyaris sama.
  • Token Rp100.000 menghasilkan 148,45 kWh di 900 VA subsidi, 66,43 kWh di 900 VA RTM, dan 62,17 kWh di 1.300 VA — rumah subsidi dapat lebih dari dua kali lipat energi.
  • Pemakaian 150 kWh/bulan: 900 VA subsidi membayar Rp98.010, 900 VA RTM Rp219.024, 1.300 VA Rp234.041. Selisih subsidi vs 1.300 VA mencapai Rp136.031/bulan (Rp1.632.372/tahun).
  • Subsidi hanya untuk rumah tangga terdaftar DTKS Kemensos. "900 VA" tanpa status subsidi = tarif RTM Rp1.352,00/kWh — cek golonganmu di struk token atau rekening listrik.
  • Nilai token yang "hilang" adalah biaya admin kanal penjualan dan PPJ (pajak daerah untuk penerangan jalan), bukan potongan PLN.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah semua pelanggan 900 VA dapat tarif subsidi Rp605/kWh?

Tidak. Ada dua golongan 900 VA: 900 VA (subsidi) dengan tarif Rp605,00/kWh khusus rumah tangga terdaftar dalam DTKS Kemensos, dan 900 VA (RTM/Rumah Tangga Mampu) dengan tarif Rp1.352,00/kWh — sama persis dayanya, tetapi tarifnya Rp747 lebih mahal per kWh. Cek struk token atau rekening listrikmu: golongan tarif tertulis di sana.

Kenapa token listrik Rp100 ribu tidak menghasilkan kWh sesuai tarif per kWh?

Karena dari Rp100.000 itu PLN memotong dua hal sebelum dikonversi ke kWh: biaya admin gerai (Rp3.000 pada asumsi kami; berbeda-beda per kanal pembelian) dan PPJ (8% pada asumsi kami; mengikuti Perda, umumnya 3–10%) sebagai pajak daerah untuk penerangan jalan. Sisanya Rp89.815 barulah dibagi tarif per kWh. Ini bukan PLN "mencuri" kWh — PPJ memang pajak yang dipungut lewat tagihan/token listrik.

Siapa yang berhak atas subsidi listrik 450 VA dan 900 VA?

Subsidi listrik diberikan kepada rumah tangga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial — golongan 450 VA dan 900 VA subsidi. Kalau ID pelangganmu tidak terdaftar, kamu otomatis masuk golongan non-subsidi (900 VA RTM atau 1.300 VA ke atas). Pengecekan dan pengajuan bisa dilakukan lewat dinas sosial setempat atau kanal resmi PLN.

Naik daya dari 900 VA ke 1.300 VA bikin tagihan melonjak?

Tergantung golongan asalmu. Kalau 900 VA subsidi (Rp605,00/kWh) naik ke 1.300 VA (Rp1.444,70/kWh), pemakaian 150 kWh/bulan membuat tagihan melonjak dari Rp98.010 menjadi Rp234.041 — naik Rp136.031 per bulan. Tetapi kalau asalmu 900 VA RTM (Rp1.352,00/kWh), kenaikannya cuma Rp15.017 per bulan karena tarifnya sudah nyaris sama.

Disclaimer

Seluruh angka dalam panduan ini dihitung dari formula produksi kalkulator tarif listrik PLN duid.tech dengan asumsi yang dilabeli jelas (token Rp100.000, biaya admin Rp3.000, PPJ 8%, pemakaian 150 kWh/bulan) — untuk tujuan edukasi, bukan nasihat keuangan. Tarif dasar listrik ditetapkan pemerintah dan dapat berubah mengikuti kebijakan PLN dan Kementerian ESDM; PPJ mengikuti peraturan daerah masing-masing (umumnya 3–10%) dan biaya admin berbeda per kanal penjualan. Verifikasi tarif terkini secara berkala ke kanal resmi PLN sebelum mengambil keputusan, misalnya sebelum mengajukan perubahan daya.

🔥 Sedang Banyak Dibaca