Kalkulator Dividen Saham & Dividend Yield
Hitung dividen bruto dari lot & DPS, pajak dividen (10% final OP atau 15% PPh 23 badan), dividen bersih, dan dividend yield terhadap harga saham.
⚡ JAWABAN CEPAT
Kalkulator Dividen Saham & Dividend Yield: Hitung dividen bruto dari lot & DPS, pajak dividen (10% final OP atau 15% PPh 23 badan), dividen bersih, dan dividend yield terhadap harga saham.
Contoh hitungan (input default): Dividen Bersih Diterima
Rp450.000
Apa ini — Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang sahamnya, biasanya dibayar dalam rupiah per saham (DPS — dividend per share). Kalkulator ini menjawab tiga pertanyaan yang selalu muncul bersamaan: berapa dividen bruto yang kamu dapat dari lot yang dimiliki, berapa yang dipotong pajak, dan berapa imbal hasilnya dibanding harga saham (dividend yield). Cara kerja — Kamu masukkan jumlah lot, DPS, dan harga per lembar saham. Kalkulator mengalikan lot dengan 100 (1 lot = 100 saham menurut ketentuan BEI) lalu dengan DPS untuk mendapatkan dividen bruto. Pajaknya: 10% PPh final untuk wajib pajak orang pribadi, atau 15% PPh 23 untuk wajib pajak badan dalam negeri. Dividend yield dihitung dari DPS dibagi harga per lembar — misalnya DPS Rp500 di harga Rp5.000 berarti yield 10%. Kesalahan umum — Yang paling sering keliru adalah waktu beli: hanya pemegang saham yang tercatat sebelum ex-date yang berhak atas dividen. Cum-date adalah hari terakhir membeli saham dan masih kebagian dividen; ex-date adalah hari pertama membeli dan sudah TIDAK dapat dividen. Karena itu dividen tidak bisa 'dicuri' dengan membeli sehari sebelumnya — di pagi ex-date, harga pembukaan saham umumnya sudah turun sebesar DPS. Kesalahan kedua: menilai yield dari DPS besar tanpa melihat harganya — DPS Rp1.000 di harga Rp50.000 (yield 2%) jauh lebih kecil hasilnya daripada DPS Rp500 di harga Rp5.000 (yield 10%).
Data terverifikasi. Dasar hukum: UU No. 36 Tahun 2008 Pasal 17 ayat (2) huruf c (PPh final dividen orang pribadi 10%); UU No. 36 Tahun 2008 Pasal 23 (PPh 23 dividen kepada badan dalam negeri 15%); PP No. 19 Tahun 2009; ketentuan BEI — 1 lot = 100 saham · diverifikasi 2026-10-19
Dividen Bersih Diterima
Rp450.000
Dengan 10 lot dan DPS Rp500, dividen brutomu Rp500.000 dipotong PPh final 10% = Rp50.000 — bersih diterima Rp450.000, dan dividend yield 10,00% terhadap harga per lembar Rp5.000. Ingat: beli sebelum cum-date agar namamu masuk daftar pemegang hak dividen — beli di ex-date sudah tidak dapat dividen periode ini.
💡 Fakta Mengejutkan dari Angkamu
💡 Dividen bruto Rp500.000 dipotong PPh 10,0% = Rp50.000 — bersih Rp450.000 dengan yield 10,0%.
Hasil Hitungan
| + Dividen bruto (1000 lembar × Rp500) | Rp500.000 | 100,0% |
| − PPh Final Dividen 10% (dipotong) | Rp50.000 | 10,0% |
| Dividen bersih diterima | Rp450.000 | 90,0% |
| Dividend yield (10,00%) | Rp0 |
+ Dividen bruto (1000 lembar × Rp500)
Rp500.000
− PPh Final Dividen 10% (dipotong)
Rp50.000
Dividen bersih diterima
Rp450.000
Dividend yield (10,00%)
Rp0
100% Gratis.
Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya
Jumlah saham = Lot × 100 lembar Dividen Bruto = Jumlah saham × DPS Pajak Dividen OP = 10% × Dividen Bruto (PPh final) Pajak Dividen Badan = 15% × Dividen Bruto (PPh 23) Dividen Bersih = Dividen Bruto − Pajak Dividen Dividend Yield = DPS ÷ Harga per Lembar
- Jumlah saham = 10 lot × 100 lembar = 1000 lembar
- Dividen bruto = 1000 lembar × Rp500 = Rp500.000
- Pajak dividen (PPh final orang pribadi 10%) = Rp500.000 × 0.1 = Rp50.000
- Dividen bersih = Rp500.000 − Rp50.000 = Rp450.000
- Dividend yield = Rp500 ÷ Rp5.000 = 10,00%
Asumsi & Batasan
- Tarif PPh final dividen orang pribadi 10% dibaca dari data referensi pajak-pasal17-final.json (UU 36/2008 Pasal 17 ayat 2c / PP 19/2009); tarif PPh 23 dividen badan 15% dan konstanta 1 lot = 100 saham dibaca dari dividen-saham.json — bukan hardcode di kalkulator.
- Jalur badan memodelkan PPh 23 15% untuk dividen kepada wajib pajak badan dalam negeri. Dividen antar badan domestik dengan kepemilikan >= 25% dikecualikan PPh (UU 36/2008 Pasal 17 ayat 3 huruf c) — kasus itu TIDAK dimodelkan; konsultasikan ke konsultan pajak.
- Dividend yield dihitung sederhana dari DPS periode ini dibagi harga per lembar yang kamu masukkan. Masukkan harga per lembar yang relevan untukmu (misalnya harga belimu atau harga saat pengumuman) — yield akan berbeda kalau harga berubah.
- Kalkulator ini untuk dividen tunai dalam negeri. Dividen saham (dalam bentuk saham), dividen luar negeri, dan dividen interim punya perlakuan pajak berbeda.
- Angka DPS dan harga adalah contoh yang kamu masukkan — verifikasi DPS resmi dari pengumuman emiten (RUPS) sebelum memakai hasilnya untuk keputusan beli.
Pertanyaan Umum
Saya punya 10 lot, DPS Rp500 — berapa dividen yang saya terima?
10 lot = 1.000 lembar × Rp500 = Rp500 ribu bruto. Dipotong PPh final 10% (Rp50 ribu), jadi bersih kamu terima Rp450 ribu. Kalau harga saham Rp5.000/lembar, dividend yield-nya 10%.
Apa itu dividend yield dan berapa yang dianggap bagus?
Dividend yield = DPS ÷ harga per lembar — ukuran 'balik modal dividen' per tahun. Tidak ada angka bagus universal: bandingkan dengan bunga deposito dan SBN saat ini, serta cek apakah DPS-nya stabil dari tahun ke tahun.
Kenapa harga saham turun setelah pembagian dividen?
Di pagi ex-date, harga pembukaan saham umumnya sudah turun sekitar sebesar DPS — kas perusahaan berkurang sebesar dividen yang dibagikan, jadi nilainya ikut turun. Itu normal, bukan rugi mendadak.
Beda cum-date dan ex-date itu apa?
Cum-date adalah batas akhir membeli saham agar masih tercatat sebagai penerima dividen. Ex-date adalah hari pertama beli yang sudah tidak kebagian dividen — karena daftar pemegang saham dikunci berdasarkan penyelesaian transaksi (settlement) beberapa hari sebelumnya.
Saya beli saham di ex-date, kenapa tidak dapat dividen?
Karena namamu belum masuk daftar pemegang saham pada recording date — penyelesaian transaksi (settlement) butuh beberapa hari setelah pembelian. Kalau mau dapat dividen, beli paling lambat di cum-date.
Dividen yang diterima perusahaan (badan) juga 10%?
Tidak — dividen kepada wajib pajak badan dalam negeri dikenai PPh 23 sebesar 15%. Pengecualiannya: kepemilikan >= 25% justru dibebaskan dari PPh menurut UU 36/2008 Pasal 17 ayat (3) huruf c, dan itu tidak dihitung kalkulator ini.
Dividen Bersih Diterima
Rp450.000
📚 Referensi & Dasar Hukum Resmi
Perhitungan ini mengacu pada UU No. 36 Tahun 2008 Pasal 17 ayat (2) huruf c (PPh final dividen orang pribadi 10%); UU No. 36 Tahun 2008 Pasal 23 (PPh 23 dividen kepada badan dalam negeri 15%); PP No. 19 Tahun 2009; ketentuan BEI — 1 lot = 100 saham (terverifikasi 2026-10-19). Periksa juga sumber resmi terkait:
📖 Bacaan & Bedah Kasus Terkait
Kalkulator Terkait
-
Kalkulator Pajak Dividen (Final 10% vs Bebas Pajak Reinvestasi)
Bandingkan dua jalur pajak dividen: bayar PPh final 10% dan terima tunai, atau pajak Rp0 dengan seluruh dividen diinvestasikan minimal 3 tahun menurut PMK 18/2021.
-
Kalkulator SBN Ritel vs Deposito (Setelah Pajak)
Imbal hasil bersih ORI/SR/SBR/ST (pajak 10%) vs deposito bank/BPR/digital (pajak 20%) + cek penjaminan LPS.
-
Kalkulator Investasi Emas & Spread Buyback Antam
Berapa harga emas harus naik agar impas setelah spread beli–buyback? Sering diabaikan pembeli emas fisik.
-
Kalkulator Simulasi DCA Bitcoin
Simulasi dollar-cost averaging: beli BTC rutin per periode dengan skenario harga pilihanmu, lengkap dengan fee, harga rata-rata, dan P&L.
-
Kalkulator Dana Darurat
Target dana darurat ideal dari pengeluaran bulananmu, plus cicilan nabung per bulan sampai target terkumpul.
🔍 Cek Kasus Serupa
Kasus siap hitung — klik untuk membuka skenarionya langsung dengan angka terisi.
Dividen 10 Lot × DPS Rp500: Bruto Rp500 Ribu
Kalkulator Dividen Saham & Dividend Yield
Dividen 1 Lot untuk Pemula: Dapat Berapa?
Kalkulator Dividen Saham & Dividend Yield
DPS Rp1.000 di Harga Rp8.000: Yield 12,5%
Kalkulator Dividen Saham & Dividend Yield
Dividen Badan 100 Lot: Dipotong PPh 23 15%
Kalkulator Dividen Saham & Dividend Yield
Dividen Rp10 Juta: Pajak Jalur Final
Kalkulator Pajak Dividen (Final 10% vs Bebas Pajak Reinvestasi)
Dividen Rp50 Juta: Final 10% vs Reinvestasi
Kalkulator Pajak Dividen (Final 10% vs Bebas Pajak Reinvestasi)
SBN vs Deposito untuk Dana 100 Juta
Kalkulator SBN Ritel vs Deposito (Setelah Pajak)
SBN vs Deposito untuk Dana 10 Juta
Kalkulator SBN Ritel vs Deposito (Setelah Pajak)
Skenario Populer
- Dividen 10 Lot × DPS Rp500: Bruto Rp500 Ribu
- Dividen 1 Lot untuk Pemula: Dapat Berapa?
- DPS Rp1.000 di Harga Rp8.000: Yield 12,5%
- Dividen Badan 100 Lot: Dipotong PPh 23 15%
- Portofolio 50 Lot × DPS Rp300
- DPS Rp1.000 di Harga Rp10.000: Yield 10%
- Dividen Jumbo 1.000 Lot × DPS Rp2.500
- DPS Kecil di Harga Mahal: Yield Cuma 0,5%
- Badan 50 Lot × DPS Rp800: PPh 23
- Cek Yield Sebelum Beli: 25 Lot × DPS Rp450