Harga Rp1.110.000 Sudah Termasuk PPN
Memecah struk: PPN Rp110 ribu, DPP Rp1 juta.
Hasil. PPN Terutang (11%) pada skenario ini adalah Rp110.000. Artinya, dari harga Rp1.110.000 yang SUDAH termasuk PPN: PPN yang harus dipungut adalah Rp110.000 dengan tarif 11%, sehingga harga bersih tanpa PPN (DPP) adalah Rp1.000.000. Tarif efektifnya 9.91% β ini angka yang sebenarnya "hilang" dari kantong pembeli bila dibandingkan dengan total yang dibayar, lebih kecil dari 11% karena 11% dikenakan atas DPP, bukan atas harga yang sudah termasuk PPN.
Cara hitung. Banyak struk belanja menulis harga sudah termasuk PPN β tapi berapa sebenarnya PPN yang kamu bayar di balik harga itu? PPN tarifnya 11%, tetapi kalau harga yang kamu lihat sudah termasuk PPN, angka yang keluar dari kantongmu sebenarnya hanya sekitar 9,91% dari total. Kalkulator ini menghitung dua arah: dari harga bersih (DPP) jadi total, atau memecah harga yang sudah termasuk PPN menjadi DPP + PPN-nya. Kamu juga melihat tarif efektifnya β porsi PPN dari setiap rupiah yang kamu bayarkan. Rincian: Harga dasar (DPP) Rp1.000.000; PPN 11% yang dipungut Rp110.000; Total dibayar (termasuk PPN) Rp1.110.000.
Aturan. Perhitungan di atas mengacu pada UU No. 7 Tahun 1983 jo UU No. 42 Tahun 2009 jo UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) β tarif PPN 11% (terverifikasi 2026-10-18). Coba ubah angkanya di kalkulator Kalkulator PPN Tarif Efektif (PPN 11% dari Harga Incl.).
Data terverifikasi. Dasar hukum: UU No. 7 Tahun 1983 jo UU No. 42 Tahun 2009 jo UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) β tarif PPN 11% Β· diverifikasi 2026-10-18
PPN Terutang (11%)
Rp110.000
Dari harga Rp1.110.000 yang SUDAH termasuk PPN: PPN yang harus dipungut adalah Rp110.000 dengan tarif 11%, sehingga harga bersih tanpa PPN (DPP) adalah Rp1.000.000. Tarif efektifnya 9.91% β ini angka yang sebenarnya "hilang" dari kantong pembeli bila dibandingkan dengan total yang dibayar, lebih kecil dari 11% karena 11% dikenakan atas DPP, bukan atas harga yang sudah termasuk PPN.
π‘ Fakta Mengejutkan dari Angkamu
π‘ PPN-nya 11%, tapi yang sebenarnya keluar dari kantongmu cuma 9,91%% β 11% dihitung dari harga bersih (DPP), bukan dari total strukmu. Struk Rp1.110.000 "hanya" memuat PPN Rp110.000.
Hasil Hitungan
| + Harga dasar (DPP) | Rp1.000.000 | 100,0% |
| + PPN 11% yang dipungut | Rp110.000 | 11,0% |
| Total dibayar (termasuk PPN) | Rp1.110.000 | 111,0% |
| Tarif efektif (9.91% dari total) | Rp110.000 |
+ Harga dasar (DPP)
Rp1.000.000
+ PPN 11% yang dipungut
Rp110.000
Total dibayar (termasuk PPN)
Rp1.110.000
Tarif efektif (9.91% dari total)
Rp110.000
100% Gratis.
Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya
Mode DPP: PPN = 11% Γ DPP; Total = DPP + PPN Mode harga termasuk PPN: PPN = harga Γ 11/111; DPP = harga β PPN Tarif Efektif = PPN Γ· harga termasuk PPN = 11/111 β 9,91%
- Harga sudah termasuk PPN = Rp1.110.000
- PPN = harga Γ 11/111 = Rp1.110.000 Γ 11% Γ· 111 = Rp110.000
- DPP (harga sebelum PPN) = Rp1.110.000 β Rp110.000 = Rp1.000.000
- Tarif efektif = PPN Γ· harga termasuk PPN = Rp110.000 Γ· Rp1.110.000 = 9.91%
Asumsi & Batasan
- Tarif PPN 11% dan pembagi 111 dibaca dari data referensi ppn-tarif.json (UU 7/2021/UU HPP), bukan hardcode di kalkulator.
- Dasar hukum tarif 11% adalah UU 7/2021 (UU HPP) yang mengubah UU 7/1983 jo UU 42/2009 β legalUrl hanya ke domain peraturan.go.id karena path detail naskah undang-undangnya tidak kami verifikasi satu per satu.
- Kalkulator ini mengasumsikan seluruh nilai yang kamu masukkan adalah Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP) yang terutang PPN 11% β barang/jasa yang dikecualikan atau bertarif khusus dihitung berbeda.
- Kalkulator tidak membedakan faktur pajak, e-Faktur, atau mekanisme pemungutan (PKP vs non-PKP) β hasilnya adalah angka matematik PPN-nya saja.
- Tarif efektif 9,91% = 11/111 berlaku untuk semua nominal; tidak tergantung besarnya harga.
Pertanyaan Umum
PPN 11% tapi tarif efektifnya 9,91% β yang mana yang benar?
Keduanya benar. 11% dikenakan atas DPP (harga bersih). Kalau harga Rp1.110.000 sudah termasuk PPN, PPN-nya Rp110.000 β dan Rp110.000 dari Rp1.110.000 adalah 9,91%. Itu yang sebenarnya keluar dari kantongmu.
Bagaimana cara memecah harga yang sudah termasuk PPN?
PPN = harga Γ 11/111, lalu DPP = harga β PPN. Contoh: harga Rp1.110.000 β PPN Rp110.000, DPP Rp1.000.000.
Saya penjual β harga jual Rp1 juta, harus menagih berapa?
Pilih mode harga bersih (DPP): PPN = Rp110.000, total yang ditagih ke pembeli Rp1.110.000.
Apakah semua barang kena PPN 11%?
Tidak. Kalkulator ini mengasumsikan barang/jasa kena pajak standar. Barang kebutuhan pokok tertentu, jasa tertentu, dan barang hasil pertambangan/minyak punya perlakuan khusus β periksa peraturannya untuk kasusmu.
Kenapa pembaginya 111, bukan 100?
Karena harga yang sudah termasuk PPN = DPP + 11% DPP = 111% dari DPP. Maka PPN = harga Γ 11/111, bukan Γ 11%.
Dasar hukum tarif PPN 11% apa?
UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), yang menaikkan tarif PPN dari 10% menjadi 11%.
PPN Terutang (11%)
Rp110.000